JAKARTA – Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku tidak masalah jika ambang batas parlemen naik hingga 8 persen, menuai tanggapan dari politikus PDIP, Guntur Romli. Guntur menilai sikap Jokowi tersebut seolah menantang Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Partai Gerindra.
Menurut Guntur, angka 8 persen yang disebut Jokowi memiliki identifikasi dengan Prabowo, padahal usulan Partai Gerindra sendiri hanya 5 persen. “Jokowi sepertinya menantang Pak Prabowo dan Gerindra dengan menyebut 8 Persen. Karena angka 8 itu kan identik dengan Presiden Prabowo, padahal Gerindra ngusulnya hanya 5 persen,” kata Guntur kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).
Lebih lanjut, Guntur menyinggung perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2024. Ia menyatakan bahwa PSI tidak berhasil lolos ke parlemen meskipun saat itu Jokowi masih menjabat sebagai presiden dan PSI kerap mengaitkan diri dengannya. “Ambang batas parlemen 2024 dengan 4 persen saja, PSI tidak lolos padahal waktu itu Jokowi jadi presiden dan PSI sudah membranding PSI Partai Jokowi,” ujarnya.
Guntur berpendapat, tanpa dukungan Jokowi sebagai presiden di Pemilu 2029, PSI kemungkinan besar tidak akan lolos parlemen meskipun ambang batasnya tetap 4 persen. “Maka, dengan Jokowi tidak jadi presiden, 4 persen pun di Pemilu 2029 PSI sebenarnya tidak akan lolos,” sambungnya.
Oleh karena itu, Guntur menilai sikap Jokowi dalam menanggapi wacana kenaikan ambang batas parlemen terkesan terlalu percaya diri atau sombong. Ia mengingatkan agar Jokowi tidak bersikap demikian. “Jokowi terkesan jumawa, alias sombong,” ujarnya. “Iya (harusnya) jangan jumawa dan besar kepala,” imbuh dia.
Sebelumnya, Joko Widodo (Jokowi) merespons wacana kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 5 hingga 7 persen. Jokowi justru menyatakan tidak masalah jika ambang batas tersebut naik sampai 8 persen. “Mau 5 oke, mau 6 oke, mau 7 oke, mau 8 oke,” ujar Jokowi dilansir detikjateng, Senin (28/9).
Meskipun ada kemungkinan kenaikan ambang batas parlemen, Jokowi tetap optimis Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan mampu lolos ke Senayan pada Pemilu 2029 mendatang. “Ya PSI ini kan masih non-parlemen. Jadi yang paling penting ya semuanya bekerja keras. Iya optimis, optimis, optimis,” kata Jokowi saat ditanya mengenai peluang PSI masuk parlemen.