Petugas Stasiun Rawabuntu Bantu Penumpang Melahirkan di Gerbong KRL

Seorang penumpang wanita dilaporkan melahirkan di dalam gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Rangkasbitung-Tanah Abang, yang dikenal sebagai Green Line. Petugas stasiun bertindak cepat membantu proses persalinan hingga penumpang dan bayi dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Peristiwa ini terjadi pada pekan lalu, dan publik memberikan apresiasi atas kesigapan petugas yang memastikan proses persalinan berjalan lancar.

Masroni (28), salah seorang petugas keamanan di Stasiun Rawabuntu, menceritakan bagaimana ia menerima informasi dari rekannya, Ridwan. Ridwan bertugas di pos keamanan dan mendapat kabar dari petugas Walka mengenai seorang penumpang yang mengeluh sakit di bagian perut.

“Nah, rekan saya bernama Ridwan, menjaga di pos security, mendapat info dari petugas Walka. Pada saat itu infonya ada penumpang lagi sakit, mengeluh sakit di bagian perut. Dan tugas dari Pak Ridwan meneruskan kabar ke saya untuk mengambil kursi roda,” kata Masroni pada Senin (29/9/2026).

Masroni segera mendatangi lokasi penumpang bersama rekannya, Nurhidayat (28). Mereka mendapati penumpang wanita tersebut sedang kesakitan hebat dan merasa tidak mampu menahan rasa sakitnya.

“Setelah saya lihat, si ibu tuh lagi dibantu sama penumpang lain, lagi kesakitan. Terus, si ibu sempat sama saya, sama Mas Roni, sempat mau ditangani, ibu udah nggak kuat,” ujar Nurhidayat.

Petugas keamanan stasiun lainnya kemudian berkumpul untuk melakukan evakuasi. Namun, ibu tersebut menyampaikan bahwa perutnya sedang mengalami kontraksi kuat karena usia kehamilannya sudah besar.

KRL yang ditumpangi penumpang tersebut pun berhenti sementara untuk memberikan waktu penanganan. Petugas berkoordinasi seefektif mungkin mengingat situasi yang mendesak.

Bayi Lahir Selamat

Annisa (22), petugas kesehatan Stasiun Rawabuntu, segera dipanggil untuk membantu proses persalinan. Ia mengungkapkan bahwa persalinan berlangsung dengan sangat cepat.

“Saya langsung masuk ke kereta dibantu oleh PKD. Nah, setelah itu ibu melahirkan itu enggak lama, 1 sampai 2 menit. Dan memang ibunya itu tetap tenang, dianya juga enggak yang kayak kesakitan gitu,” tutur Annisa.

Penumpang wanita lain yang berada di dalam kereta secara sigap membentangkan kain putih untuk menutupi area persalinan. Setelah bayi lahir, Annisa segera memeriksa kondisi kesehatan dan pernapasannya. Ia juga memastikan bayi tetap hangat dengan memanfaatkan jaket dan sarung dari musala stasiun.

“Alhamdulillahnya juga ibu dan bayinya selamat. Karena kan butuh penanganan lebih lanjut, maka saya dan petugas lainnya, PKD, dan petugas-petugas tim RU melakukan rujukan ke faskes terdekat dan itu alhamdulillah bayinya dan ibunya selamat,” jelas Annisa.

Peristiwa penumpang wanita melahirkan di dalam gerbong KRL Green Line ini terjadi pada Kamis (24/9) sekitar pukul 10.55 WIB.

Ketiga petugas yang terlibat, Masroni, Nurhidayat, dan Annisa, mengaku ini adalah pengalaman pertama mereka membantu penumpang melahirkan di dalam kereta. Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan commuter line.

Meskipun sempat merasa kaget dan tegang, mereka berhasil fokus pada keselamatan ibu dan bayi.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia mengatakan penumpang wanita itu melahirkan di Commuter Line No.1689. Leza mengimbau seluruh pengguna Commuter Line untuk tidak ragu menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan.

“Selalu utamakan kesehatan, kenyamanan dan keselamatan saat menggunakan Commuter Line. Khusus bagi penumpang hamil, pastikan selalu memantau Hari Perkiraan Lahir (HPL), dan jika sudah mendekati hari persalinan agar siaga dan mengurangi aktivitas di area umum,” pungkas Leza.

Tinggalkan komentar