Pemerintah Kabupaten Badung melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) kembali menyelenggarakan Sosialisasi UMKM Bali Nadi Jayanthi. Program triwulanan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman, kapasitas, kualitas, serta daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Badung.
Fokus sosialisasi kali ini ditujukan kepada pelaku UMKM yang bergerak di sektor kerajinan atau kriya. Peserta mendapatkan edukasi mengenai akses keuangan daerah, strategi pemasaran produk, hingga tata cara memperoleh pembiayaan kredit dari perbankan.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, I Ketut Sudibia, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menjadi wadah edukasi dan pendampingan bagi perajin lokal agar dapat mengoptimalkan potensi usaha mereka di era modern.
“Kegiatan kita pagi ini adalah Sosialisasi UMKM Bali Nadi Jayanthi. Kegiatan ini merupakan kegiatan triwulanan yang merupakan salah satu program andalan dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Kabupaten Badung. Kegiatan kali ini mengambil UMKM khusus di kerajinan atau kriya,” ujar I Ketut Sudibia dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, para pelaku usaha dibekali pemahaman komprehensif mengenai cara memasarkan produk dan memanfaatkan skema pembiayaan perbankan daerah.
“Kami berharap dengan kegiatan ini para UMKM bisa meningkatkan pemahaman mereka terkait dengan akses keuangan daerah, kemudian pemahaman mereka terkait dengan bagaimana cara memasarkan produk, kemudian bagaimana bisa mendapatkan akses keuangan berupa kredit dari perbankan seperti Sidikmara,” jelasnya.
Selain aspek pemasaran dan pembiayaan, sosialisasi juga mencakup edukasi pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk melindungi ide, inovasi, dan karya kerajinan yang dihasilkan perajin.
“Kemudian bagaimana bisa mendaftarkan inovasi daripada para kerajinan itu pada Hak Kekayaan Intelektual,” ungkapnya.
Dengan keberlanjutan program Sosialisasi UMKM Bali Nadi Jayanthi, Pemkab Badung optimis pelaku UMKM kriya dapat terus berkembang menjadi wirausaha yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pasar global.
“Harapan kami dengan acara kegiatan ini para UMKM Kabupaten Badung bisa meningkat secara kualitas, kapasitas, dan daya saing, sehingga bisa meningkatkan persaingan pada saat era globalisasi seperti sekarang ini,” tutupnya.