Pelindo Luncurkan ADHARA: Solusi Digital Integrasi Ekosistem Maritim Nasional

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan platform digital bernama ADHARA yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sistem layanan dalam ekosistem maritim dan logistik nasional. Peresmian platform ini dilakukan melalui agenda Early Adoption ADHARA di Museum Maritim Indonesia, Jakarta.

ADHARA dikembangkan sebagai respons terhadap kebutuhan integrasi antarpelaku dalam rantai logistik nasional yang selama ini cenderung berjalan secara terpisah. Platform ini tidak menggantikan sistem yang sudah ada pada masing-masing pelaku, melainkan memfasilitasi pertukaran informasi, transaksi, dan kolaborasi yang lebih terintegrasi.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyatakan bahwa keterhubungan antar-sistem menjadi kunci utama untuk menciptakan proses logistik yang efisien. ADHARA bertujuan mengoptimalkan kegiatan operasional agar lebih ramping (lean) dan memberikan hasil yang lebih besar, sekaligus menurunkan biaya logistik. “Efisiensi bukan sekadar cutting cost, tetapi bagaimana kita mengoptimalkan kegiatan operasi supaya lebih lean, mendapatkan hasil lebih banyak, sekaligus menurunkan biaya logistik,” ujar Achmad dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).

Melalui ADHARA, pengguna dapat memesan layanan logistik, memantau pergerakan kapal, kontainer, dan kargo secara real-time, serta mengurus dokumen secara terpadu melalui sistem single submission. Platform ini juga mendukung optimalisasi kapasitas logistik dan pemanfaatan data analitik untuk pengambilan keputusan.

Pengembangan ADHARA mencakup empat solusi digital yang saling terhubung: AdhaOrder, AdhaTrack, AdhaAccess, dan AdhaStore. Dalam operasionalnya, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) ditugaskan sebagai operator platform ADHARA.

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, Mohamad Risal Wasal, mengapresiasi pentingnya keterpaduan dan keberlanjutan konektivitas dalam mendukung sistem logistik nasional. Ia berharap ADHARA dapat menyelesaikan berbagai persoalan di sektor logistik. “Konektivitas itu harus terpadu, terintegrasi, dan juga berkelanjutan. Ada aksesnya, ada keberlanjutannya, dan ada ketahanannya. Kami sudah melihat bagaimana ADHARA diperkenalkan. Semoga dengan adanya ADHARA ini, berbagai persoalan yang sudah terjadi dapat diselesaikan dan integrasi antarsektor bisa semakin baik,” ungkap Risal.

Direktur Utama ILCS, Natal Iman Ginting, menekankan bahwa ADHARA dikembangkan dengan prinsip keterbukaan, netralitas, dan keamanan sistem. “ADHARA adalah platform yang open, terbuka bagi seluruh ekosistem; neutral, tidak mengutamakan pihak tertentu; secure, dengan keamanan data yang terjaga; dan yang lebih penting, smart,” jelas Natal.

Pengembangan ADHARA merupakan bagian dari agenda transformasi Pelindo yang sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia, bertujuan mendorong ekosistem kepelabuhanan dan logistik yang terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi pada pengguna.

GM Operation Liner & Terminal Nusantara PT Meratus Line, Heri Cahyono, menilai keterhubungan antarpelaku usaha melalui platform digital adalah langkah strategis yang dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas. “Kolaborasi ini dapat menciptakan layanan yang lebih end-to-end, mempercepat proses, sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan solusi baru yang sebelumnya mungkin sulit dilakukan,” pungkas Heri.

Pelindo berharap ADHARA dapat menghubungkan lebih banyak sistem dan pelaku usaha dalam rantai logistik nasional, sehingga seluruh proses logistik menjadi lebih sederhana, transparan, dan efisien.

Tinggalkan komentar