PALANGKA RAYA – Seekor orang utan berusia empat tahun bernama Novita berhasil diselamatkan setelah terjebak di atas pohon saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Daerah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Satwa langka tersebut dievakuasi petugas dalam kondisi terluka.
Informasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah melalui akun Instagram resminya menyebutkan, orang utan yang diperkirakan berusia empat tahun dengan berat sekitar 17 kilogram itu bertahan sendirian di atas pohon yang terdampak api dan asap.
Petugas menerima laporan mengenai keberadaan Novita yang terjebak pada 25 September 2026. Setelah berjuang bertahan di atas pohon yang dilalap api, Novita akhirnya berhasil diselamatkan pada 26 September.
“Orang utan kecil tidak bisa bercerita tentang apa yang terjadi, tidak bisa meminta pertolongan. Namun luka bakar serius di kedua tangan dan kakinya seakan menjadi cerita tentang perjuangan yang baru saja di lalui,” jelas BKSDA Kalteng. Dalam kondisi terluka, ia masih berusaha bertahan hingga membuat sarang di atas pohon.
Proses penyelamatan Novita dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Kalimantan Tengah, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng, dan personel TNI. Saat ini, Novita tengah menjalani perawatan dan pemulihan di Klinik BOSF Nyaru Menteng.
“Novita memang tidak mampu bersuara. Tapi luka di tubuh kecilnya sudah cukup untuk menceritakan semuanya. Semoga Novita pulih dan suatu hari nanti dapat kembali ke rumah yang seharusnya, yang lebih aman dan nyaman,” ujar pihak BKSDA.
BKSDA mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan satwa langka yang terdampak karhutla agar penanganan dapat dilakukan secepatnya. “Jika melihat satwa liar berada di sekitar permukiman atau terdampak kebakaran, jangan didekati, jangan diberi makan, dan jangan ditangani sendiri. Segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan aman. Karena mereka tidak bisa meminta pertolongan. Kitalah yang bisa menjadi suara mereka,” pungkasnya.