Monchi Minta Maaf ke Suporter Espanyol Usai Jagokan Lamine Yamal Raih Ballon d’Or

JAKARTA – Direktur Olahraga Espanyol, Monchi, menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung timnya setelah memberikan dukungan kepada winger Barcelona, Lamine Yamal, sebagai kandidat peraih Ballon d’Or tahun ini. Pernyataannya memicu kritik dari suporter Espanyol yang notabene adalah rival sekota Barcelona.

Persaingan antara Barcelona dan Espanyol dikenal sengit, menciptakan atmosfer panas setiap kali kedua tim bertemu, meskipun seringkali perbedaan level performa mereka cukup signifikan. Dukungan Monchi terhadap pemain Barcelona itulah yang menimbulkan reaksi negatif dari basis penggemar Espanyol.

Monchi, yang baru menjabat pada Mei lalu, menyadari betul rivalitas yang ada. Ia menjelaskan bahwa dukungannya terhadap Yamal dipengaruhi oleh pertanyaan yang diajukan kepadanya saat itu. Ia diminta memilih di antara beberapa nama, dan Yamal menjadi satu-satunya pemain asal Spanyol dalam daftar tersebut.

“Saya diminta memilih antara Kylian Mbappe, yang merupakan opsi dari Prancis, Harry Kane dari Inggris, dan Lamine Yamal yang berasal dari Spanyol,” ujar Monchi kepada Cadena Ser, seperti dikutip ESPN.

“Saya memilih opsi dari Spanyol. Hal itu sempat memicu sedikit kontroversi di kalangan penggemar kami, jadi jika ada yang merasa kesal, saya meminta maaf,” tambahnya.

Monchi melanjutkan, “Saya mendukung kandidat dari Spanyol, namun sebagai seorang Perico (sebutan untuk penggemar Espanyol), seharusnya saya menyebut nama pemain lain.”

Ia menegaskan pemahamannya terhadap identitas seorang ‘Perico’. “Saya paham betul apa artinya menjadi seorang Perico, saya sudah merasakan ikatan batin itu sejak hari pertama. Saya memilih Lamine Yamal karena melihatnya dari sudut pandang orang Spanyol,” jelasnya.

Lamine Yamal masuk dalam daftar 30 kandidat peraih Ballon d’Or 2026, yang pengumumannya akan digelar di London pada 26 Oktober mendatang. Selain Yamal, terdapat lima pemain Spanyol lainnya yang juga masuk dalam daftar nominasi tersebut, yaitu Marc Cucurella, Rodri, Fabian Ruiz, Pau Cubarsi, dan Ferran Torres.

Tinggalkan komentar