Harga emas yang terus meroket ternyata tidak membuat pasar perhiasan kehilangan peminat. Di tengah tekanan daya beli, konsumen justru semakin selektif dalam memilih produk yang tidak hanya menunjang gaya, tetapi juga tetap memiliki nilai ekonomi.
Direktur Business & Operation PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), Yudho Jatmiko, menjelaskan bahwa emas perhiasan masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat. Hal ini karena emas tidak sekadar menjadi aksesori, tetapi juga bagian dari budaya dan kebutuhan personal, termasuk untuk acara pernikahan.
“Membeli perhiasan masih sangat menarik karena perhiasan sudah menjadi bagian penting bahkan sudah menjadi budaya dan aksesori yang bermakna tapi memiliki nilai adalah emas perhiasan,” kata Yudho kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Menurut Yudho, kenaikan harga emas membuat konsumen menjadi lebih cermat sebelum melakukan pembelian. Pertimbangan konsumen tidak lagi hanya berpusat pada kadar dan nilai emas semata, tetapi juga pada desain, fungsi, kualitas, serta makna yang melekat pada produk tersebut.
Perubahan perilaku ini mendorong konsumen untuk mencari emas perhiasan yang lebih versatile atau fleksibel digunakan dalam berbagai kesempatan. Yudho menambahkan, model yang sederhana dan minimalis masih menjadi pilihan utama untuk penggunaan sehari-hari. Sementara itu, konsumen juga mulai mencari desain yang mampu merepresentasikan karakter dan gaya personal mereka.
Emas perhiasan pun kini memiliki dua fungsi utama. Selain menjadi bagian dari fashion dan gaya hidup, produk tersebut juga dipandang sebagai aset yang tetap memiliki nilai ekonomi.
“Jadi, konsumen tidak hanya melihat perhiasan dari sisi penampilan, tetapi juga nilai yang melekat pada produk tersebut,” ujar Yudho.
Anak Muda Mulai Melirik Emas Perhiasan
Dari sisi pasar, segmen konsumen emas perhiasan juga mulai mengalami pelebaran. Yudho mengungkapkan bahwa pasar HRTA Gold saat ini masih didominasi oleh kalangan ibu-ibu, namun minat dari generasi muda mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
“Generasi muda mulai melihat emas perhiasan sebagai aksesori yang dapat menunjang penampilan sekaligus memiliki nilai ekonomi,” paparnya.
Ke depan, Yudho memperkirakan tren perhiasan akan semakin mengarah pada desain yang personal, timeless, dan versatile. Kondisi ini membuka ruang yang lebih besar bagi industri untuk menawarkan produk yang lebih beragam sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dengan demikian, meskipun harga emas yang tinggi memberikan tekanan pada daya beli, pasar perhiasan masih memiliki ruang untuk bertumbuh melalui pilihan kadar, desain, fungsi, dan rentang harga yang lebih beragam.