Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor Kemendagri. Rakor ini dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maruarar Sirait, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, sejumlah kepala lembaga negara, serta para kepala daerah se-Provinsi Papua Pegunungan. Agenda utama pertemuan ini adalah penguatan program perumahan rakyat, khususnya rencana pembangunan 2.200 unit rumah di Provinsi Papua Pegunungan.
Pembangunan rumah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Rencananya, sebanyak 2.000 unit rumah akan diperuntukkan bagi masyarakat umum, sementara 200 unit sisanya akan dibangun untuk para kepala suku. Berbagai aspek teknis pelaksanaan program ini sedang dimatangkan demi memastikan kelancaran dan ketepatan realisasinya.
Rakor ini juga melibatkan partisipasi dari berbagai instansi terkait, termasuk Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Sarah Sadiqa, dan Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan di Papua.
Setelah membahas rencana pembangunan perumahan di Papua Pegunungan, Mendagri Tito Karnavian melanjutkan agendanya dengan mengadakan rapat khusus mengenai penguatan program gentengisasi. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Tadi kita baru selesai rapat mengenai masalah program realisasi gentengisasi ya. Saya tahu bahwa salah satu arahan Bapak Presiden adalah agar Indonesia ASRI, aman, sehat, resik, dan indah,” ujar Tito, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (29/9/2026). Ia menambahkan, salah satu aspek keindahan lingkungan hunian adalah penggunaan material atap yang lebih baik dari seng.
Menurut Tito, penggunaan genteng tidak hanya berkontribusi pada kenyamanan lingkungan hunian, tetapi juga memperkuat gerakan Indonesia ASRI. Dalam implementasinya, Mendagri mengapresiasi koordinasi yang telah dilakukan oleh Menteri PUPR Maruarar Sirait dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Daerah-daerah tersebut dikenal memiliki sentra produksi genteng yang potensial untuk mendukung program ini sekaligus membuka peluang penguatan sektor usaha lokal.
“Sentra genteng salah satunya adalah Jawa Barat. Dan ini Bapak Maruarar Sirait, Menteri PUPR, sudah melakukan langkah-langkah merealisasikan arahan dari Bapak Presiden tersebut mengenai gentengisasi, salah satunya di Jawa Barat,” ungkap Tito.
Sementara itu, Menteri PUPR Maruarar Sirait menjelaskan bahwa program gentengisasi memiliki kaitan erat dengan upaya peningkatan kualitas lingkungan hunian masyarakat. Ia menekankan pentingnya pengembangan sentra produksi genteng yang dibarengi dengan peningkatan kualitas produk agar sesuai standar.
“Dan itu saya sangat mengapresiasi kepada Pemda Jabar dan Pemda Majalengka dan Pemda Purwakarta. Karena kita mau mendukung UMKM, tapi dengan cara mendidik kualitasnya juga harus bagus,” kata Maruarar. Ia berharap pengembangan program ini dapat memberikan efek berganda bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di Jawa Barat, serta membuka peluang penguatan industri genteng di daerah lain.