JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maruarar Sirait melepas 125 truk pengangkut 500 ribu keping genteng. Aksi ini dilakukan untuk mendukung program “Gentengisasi”, sebuah inisiatif yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Acara pelepasan yang ditandai dengan pemecahan kendi dan pengibaran bendera Merah Putih ini berlangsung di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Program Gentengisasi bertujuan untuk meningkatkan penggunaan genteng pada rumah tangga di Indonesia sekaligus memacu industri genteng lokal.
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa saat ini baru sekitar 57% rumah di Indonesia yang menggunakan genteng, sementara sisanya masih menggunakan material seperti seng dan asbes. “Jadi gini, saya dengan Pak Ara Sirait datang ke sini, ini atas perintah Presiden Bapak Prabowo untuk gentengisasi,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).
Tito menyoroti keunggulan genteng dibandingkan material lain. Menurutnya, genteng memberikan kenyamanan karena mampu menahan panas dan tidak menimbulkan suara bising saat hujan. Hal ini sejalan dengan program Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Prabowo. Penggunaan genteng tanah liat juga disebutnya sebagai bagian dari karakter arsitektur Indonesia yang kaya akan sejarah.
“Bapak Presiden ingin agar rumah ini bagusnya dikasih genteng. Tahu nggak kenapa? Satu, adem,” kata Tito. Ia menambahkan, “Bener nih, adem. Karena genteng tahan panas, tengah-tengahnya ada aliran udara dibanding seng.”
Lebih lanjut, Tito mengungkapkan bahwa program gentengisasi berpotensi meningkatkan permintaan produk genteng, terutama dari daerah sentra produksi. Ia menyebut Jawa Barat sebagai salah satu sentra terbesar, di mana sekitar 87% rumah sudah menggunakan genteng. “Jadi, khusus Jawa Barat, banjirin Jawa Barat yang masih 13% belum menggunakan genteng. Banjirin lagi daerah-daerah sekitarnya, di Sumatera dan lain,” tuturnya.
Peningkatan permintaan ini diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, mulai dari produsen dan penjual genteng hingga sektor transportasi. Menteri PUPR Maruarar Sirait sendiri telah mendorong para pengembang untuk mengutamakan penggunaan genteng tanah liat pada rumah subsidi, rumah bantuan, dan program bedah rumah.
Tito berharap Program Gentengisasi dapat menggerakkan sentra-sentra produksi genteng di berbagai daerah, seperti Purwakarta, Majalengka, Kebumen, dan Yogyakarta. “Terima kasih kepada Bapak Ara Sirait yang sudah ‘memaksa-maksa’ developer untuk beli genteng. Dan terima kasih kepada Pak Prabowo yang punya ide dan perintahkan kita semua untuk membuat program ini,” ucap Tito.
Sebanyak 125 truk yang diberangkatkan mengangkut genteng berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI). Genteng yang diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Plered, Purwakarta ini, rencananya akan difungsikan untuk mendukung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri PUPR Maruarar Sirait, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Kepala BPKP Aryanto Wibowo, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Bupati Majalengka Eman Suherman, serta pejabat terkait lainnya.