Manchester City menegaskan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum yang panjang terkait kasus dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) oleh Premier League. Klub berkeras bahwa mereka tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan.
Dalam kasus ini, Manchester City dinyatakan bersalah atas sejumlah pelanggaran, meskipun dari 115 dakwaan, mereka hanya terbukti bersalah pada satu kasus. Meskipun belum ada sanksi yang dijatuhkan, klub sedang dalam tahap persiapan banding. Ancaman hukuman yang mungkin dihadapi City sangat berat, termasuk potensi pengurangan poin, degradasi, atau denda besar.
Namun, jalan menuju penjatuhan hukuman diprediksi akan memakan waktu sangat lama. Investigasi awal kasus ini telah dimulai sejak 2018, dengan penetapan dakwaan baru dilakukan pada Februari 2023, dan keputusan bersalah baru dikeluarkan tahun ini. Meski banyak pihak, terutama klub-klub Inggris lainnya yang berpotensi terdampak, mengikuti kasus ini dengan saksama, prosesnya masih membutuhkan waktu.
Manchester City bahkan telah menyatakan kesiapannya untuk bertarung selama bertahun-tahun lagi melawan Premier League. Laporan dari Sky Sports dan BBC mengungkap bahwa CEO Man City, Ferran Soriano, menyampaikan hal ini dalam rapat dewan European Football Clubs. Sebuah sumber menyebutkan bahwa Soriano menyatakan, “Butuh delapan tahun untuk sampai ke titik ini dan akan menghabiskan lebih banyak waktu lagi.”
Pernyataan ini diperkuat oleh Chairman Man City, Khaldoon Al Mubarak. Ia meyakinkan para suporter bahwa klub akan membuktikan diri tidak bersalah. “Proses Premier League-nya masih panjang dan kepercayaan diri serta niat klub membuktikan diri tak bersalah masih sama kuatnya dengan ketika hal ini bermula,” ungkapnya.