Manchester City Hadapi Hukuman Berat Akibat 114 Pelanggaran Finansial

Jakarta – Manchester City menghadapi potensi hukuman berat setelah dinyatakan bersalah atas 114 tuduhan pelanggaran finansial oleh Premier League. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa degradasi menjadi salah satu opsi hukuman yang dipertimbangkan.

Menurut laporan dari The Athletic pada Jumat, 25 September 2026, City terbukti melanggar aturan finansial sebanyak 114 kali dari total 115 dakwaan yang diajukan sejak tahun 2023. Kasus ini telah melalui proses pemeriksaan dan persidangan oleh sebuah komisi independen.

Dugaan pelanggaran tersebut terjadi dalam rentang waktu 2009 hingga 2023. Tuduhan meliputi ketidaksesuaian dalam laporan keuangan, pembayaran yang tidak transparan kepada pemain dan manajer, pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan, regulasi yang ditetapkan oleh UEFA, serta kewajiban klub untuk kooperatif selama proses investigasi berlangsung.

The Times melaporkan bahwa Premier League akan memberikan kewenangan penuh kepada komisi independen untuk menentukan sanksi yang akan dijatuhkan kepada Manchester City. Berbagai jenis hukuman kini mengintai, mulai dari pengurangan poin, pencopotan gelar juara, hingga ancaman degradasi.

Pihak Premier League disebut-sebut telah mendesak komisi independen untuk mempertimbangkan hukuman terberat, yang salah satunya adalah degradasi. Pelanggaran finansial ini dinilai sebagai tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Meskipun demikian, hukuman degradasi disebut-sebut sebagai kemungkinan yang ‘hampir pasti terjadi’, meskipun Manchester City merupakan salah satu klub ternama di Inggris dengan deretan pemain bintang.

Kasus yang melibatkan Manchester City diprediksi akan memakan waktu panjang. Pihak klub menyatakan akan mengajukan banding dan tetap bersikukuh pada pendirian bahwa mereka tidak bersalah.

Tinggalkan komentar