Duel penentu Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 antara Tim Nasional Indonesia melawan Timnas Bangladesh akan tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Pertandingan krusial ini diprediksi akan berjalan sengit dengan tensi tinggi.
Menjelang laga hidup-mati tersebut, Kapten Timnas Bangladesh, Jamal Bhuyan, secara terbuka mengakui ketangguhan skuad Garuda. Ia menilai Indonesia sebagai lawan paling berbahaya di turnamen kali ini. Tim pelatih Bangladesh bahkan telah melakukan analisis video khusus untuk membedah kelebihan dan kelemahan tim tuan rumah.
“Kemarin kami melakukan sesi analisis video tentang Indonesia. Kami tahu Indonesia mungkin adalah tim terkuat di turnamen ini. Jadi kami telah mempelajari tayangan video mereka, baik soal kekuatan maupun kelemahan mereka,” ungkap Jamal Bhuyan kepada awak media, Rabu (30/9/2026).
Kualitas Pemain Eropa Jadi Sorotan Utama
Jamal Bhuyan bukan sosok asing bagi Timnas Indonesia. Ia merupakan pilar utama saat Bangladesh berhasil menahan imbang skuad Garuda 0-0 dalam laga persahabatan tahun 2022. Namun, ia menyadari kualitas tim yang akan dihadapinya kali ini telah melonjak drastis.
Kehadiran jajaran pemain yang merumput di liga-liga top Eropa menjadi sorotan utama Jamal. Keunggulan materi pemain tersebut diakuinya akan membuat laga mendatang sangat berat bagi Bangladesh.
“Kami tahu Indonesia, kami pernah bermain melawan mereka di tahun 2022. Saya ada di sana, kami bermain imbang, tapi kami tahu ini adalah tim yang benar-benar berbeda sekarang,” tegas Jamal.
“Mereka memiliki pemain-pemain yang sangat kuat, sebagian besar dari mereka bermain di lima liga top di Eropa. Jadi, kami tahu laga ini akan menjadi sangat sulit bagi kami. Tapi, kami pastinya harus bersaing dan memberikan performa yang bagus,” tambahnya.
Pantang Lempar Handuk dan Siap Memberi Kejutan
Meskipun Timnas Indonesia jauh lebih diunggulkan, Jamal menolak untuk menyerah sebelum bertanding. Ia menegaskan kubunya telah menyiapkan antisipasi taktis khusus, mulai dari meredam skema bola mati hingga mengawal ketat ujung tombak Indonesia. Jamal meyakini dinamika sepak bola selalu membuka peluang kejutan.
“Dalam sepak bola apapun bisa terjadi. Kami berharap bisa memberikan performa dan permainan yang bagus. Insya Allah, siapa yang tahu. Kalau kami menang, ya kami menang. Kalau imbang juga sebuah hasil yang bagus. Intinya, kami ingin memberikan performa terbaik untuk para suporter,” pungkasnya dengan nada optimistis.
Laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Bangladesh menjadi partai penentu langkah kedua negara menuju babak semifinal. Timnas Indonesia, sebagai tuan rumah, berambisi meraih kemenangan penuh untuk mengunci posisi juara grup dan menegaskan dominasi mereka di kawasan ASEAN.
Sementara itu, Bangladesh datang dengan misi mengejutkan publik SUGBK. Kendati tidak diunggulkan, rekor pertemuan pada laga uji coba 2022, di mana Bangladesh mampu menahan imbang Indonesia tanpa gol, menjadi modal kepercayaan diri bagi skuad Bengal Tigers untuk tampil disiplin dan mengejar poin krusial.