Kapolri Jenderal Suyudi Ungkap Pembahasan dengan Presiden Prabowo Terkait Narkoba dan Keresahan Masyarakat

JAKARTA – Jenderal Suyudi Ario Seto, yang baru saja dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) oleh Presiden Prabowo Subianto, mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden dua hari sebelum pelantikan. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu krusial yang menjadi perhatian publik.

Rapat yang digelar di Istana Negara pada Selasa (29/9) lalu itu dihadiri oleh Suyudi dalam kapasitasnya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) kala itu. Pembahasan utama berfokus pada penanganan rehabilitasi pengguna narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) yang mengalami kelebihan kapasitas.

“Terutama fokusnya untuk rehabilitasi pengguna yang masih terjadi di dalam lapas itu sendiri. Karena kita tahu, lapas itu overcapacity,” ujar Suyudi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Selain rehabilitasi, peredaran narkotika di dalam lapas juga menjadi sorotan. Suyudi menekankan bahwa hal tersebut selalu menjadi momok dan memerlukan penanganan khusus. Presiden Prabowo, dalam pertemuan tersebut, mengingatkan jajaran terkait untuk menangani berbagai kegiatan yang menimbulkan keresahan masyarakat.

“Yang pasti Bapak Presiden selalu mengingatkan kepada kami semua, terutama berbagai kegiatan, juga kemarin pada saat rapat bersama, terutama terkait masalah-masalah narkotika, penyelundupan, judi online dan hal lain yang menjadi keresahan masyarakat,” kata Suyudi.

Setelah resmi menjabat sebagai Kapolri, Suyudi menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program-program positif yang telah dijalankan pada era kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia akan mengevaluasi program yang masih berjalan baik untuk dilanjutkan dan memperbaiki apa yang masih kurang.

“Apa yang dilakukan pemimpin sebelumnya, kami akan melihat hal-hal yang bisa ditindaklanjuti dan masih cukup baik. Yang perlu diperbaiki akan kita perbaiki,” tuturnya.

Suyudi menambahkan bahwa fokus utama kepemimpinannya adalah meningkatkan pelayanan publik, menegakkan hukum secara adil, dan menjaga kedekatan dengan masyarakat. Program ‘Polisi Bersama Masyarakat’ akan terus digalakkan untuk memastikan kehadiran polisi di tengah masyarakat dan memberikan respons cepat terhadap berbagai persoalan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

“Kami berupaya bisa lebih dekat dengan masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kami ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Memang sejatinya polisi harus dekat dengan masyarakat, harus ada di tengah masyarakat, dan harus memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat dalam rangka harkamtibmas,” ungkap Suyudi.

Tinggalkan komentar