JAKARTA – Indonesia Product Conference (IPC) 2026, dalam penyelenggaraan kelimanya, mengumpulkan lebih dari 1.000 profesional produk dan 25 pembicara lintas industri. Konferensi ini mengangkat tema “Beyond AI Adoption. Building Products with Agentic AI” untuk mengeksplorasi transisi tim produk dari eksperimen Agentic AI menuju produk nyata.
Acara yang diselenggarakan oleh Apiary Academy dan EPIQ Events serta didukung oleh Mixpanel ini bertujuan membahas bagaimana produk dapat digunakan, dipercaya, diukur, dan dikembangkan dalam penggunaan nyata. Jessica Casey Jaya, CEO EPIQ Events dan Apiary Academy, menyatakan bahwa pemilihan topik didasarkan pada kebutuhan dan tantangan yang dihadapi para profesional produk saat ini.
“Tahun ini, kami melihat AI sudah bergerak dari sekadar tools menjadi bagian dari bagaimana tim mengembangkan dan mengintegrasikan teknologi ke dalam produk mereka. Perubahan menuju Agentic AI inilah yang ingin kami eksplorasi lebih jauh di IPC 2026,” ujar Jessica dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Dalam lima tahun terakhir, IPC telah berkembang dari forum product management menjadi ruang yang lebih luas bagi ekosistem produk. Perkembangan ini mencerminkan keterkaitan erat antara product, technology, design, engineering, dan business dalam membangun produk digital.
Kurby Chua, Principal Customer Success Architect at Mixpanel, menyoroti cepatnya adopsi teknologi baru, termasuk AI, di Indonesia. Komunitas produk yang terbuka untuk belajar dinilai menjadi faktor pendorong integrasi teknologi baru dalam pengembangan produk.
“Salah satu hal yang paling menonjol dari Indonesia adalah komunitas produknya yang sangat kuat dan keinginan orang-orangnya untuk terus belajar. Ketika orang terbuka untuk belajar, mereka juga lebih cepat mengembangkan produk dan layanan yang mereka bangun. Oleh karena itu, forum seperti Indonesia Product Conference menjadi sangat penting, bukan hanya untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga untuk belajar langsung dari komunitas dan memahami bagaimana kebutuhan mereka terus berkembang,” ujar Kurby.
AI mempercepat pengembangan produk digital, namun pemahaman dampak peluncuran produk belum secepat itu. Perusahaan memerlukan wawasan cepat mengenai apa yang berhasil dan apa yang perlu dikembangkan selanjutnya. Mixpanel mendukung pengukuran yang secepat proses pengembangan melalui platform product intelligence berbasis AI.
Tom Blackman, VP & GM Mixpanel untuk APAC & Japan, menyatakan, “Kami senang kembali menjadi title sponsor Indonesia Product Conference pada 2026 dan berbagi bagaimana kami dapat membantu perusahaan-perusahaan digital di Indonesia menutup kesenjangan tersebut.”
Pembahasan di Growth Stage mencakup topik seperti Agentic Shift in 2026, AI in Product, perubahan batas kerja antara PM, desainer, dan engineer, peran product manager ketika agents mengerjakan sebagian pekerjaan, serta tantangan membawa AI experiments menjadi produk yang dapat scale.
Di Innovation Lab dan Discovery Stage, peserta membahas relationship-centered design untuk produk finansial, trust dalam agentic-driven research, cara bekerja dengan AI agents, serta penggunaan Claude dan kerangka product ideation dalam sesi workshop.
Fokus konferensi ini adalah bagaimana tim menilai business value, membangun kepercayaan pada output AI, mempertahankan human judgment dalam product development, dan memastikan produk tetap berfungsi dalam penggunaan nyata.
Selain sesi panggung dan workshop, IPC 2026 juga menghadirkan guided networking, technology exhibition, innovation lab, dan aktivitas sosial lainnya untuk membangun koneksi antarpelaku ekosistem produk digital.
Pasca-IPC 2026, Apiary Academy dan EPIQ Events akan terus membangun ekosistem yang mempertemukan product, technology, AI, dan business leaders melalui berbagai forum, learning programs, dan community initiatives untuk membantu talenta dan perusahaan di Indonesia mengikuti perkembangan teknologi dan menciptakan produk yang relevan.