Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih atau net buy pada sejumlah saham meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 56,7 poin atau 0,9% ke level 6.241,8 pada penutupan perdagangan, Jumat (25/9/2026). Aktivitas ini menunjukkan adanya pilihan saham yang menarik di tengah tren pelemahan pasar secara keseluruhan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi favorit investor asing dengan total pembelian mencapai Rp 103,1 miliar. Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Sumber Alfia Trijaya Tbk (AMRT) yang mencatat net buy senilai Rp 25,7 miliar, diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan net buy Rp 16,9 miliar.
Terdapat sepuluh saham yang paling banyak diburu investor asing pada perdagangan Jumat tersebut. Selain BBCA, AMRT, dan TPIA, saham lain yang turut mencatat net buy terbesar antara lain PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) senilai Rp 13,9 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 13,3 miliar, dan PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) Rp 12,8 miliar.
Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga diminati asing dengan net buy Rp 11,3 miliar. Kemudian disusul oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 10 miliar, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Rp 8 miliar, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang juga mencatat net buy Rp 8 miliar.
Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell di seluruh pasar pada Jumat (25/9/2026) yang mencapai Rp 559 miliar. Rinciannya, net sell di pasar reguler tercatat sebesar Rp 440,3 miliar, sementara di pasar negosiasi dan tunai senilai Rp 118,7 miliar.
Pada saat yang sama, IHSG sendiri melemah 56,7 poin (0,9%) dan ditutup pada level 6.241,8. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 122 saham menguat, 587 saham melemah, dan 254 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi di bursa pada hari itu mencapai Rp 9,3 triliun.