Indonesia Resmi Maju sebagai Kandidat Anggota Tidak Tetap DK PBB

JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, secara resmi mengumumkan pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2029-2030. Pengumuman ini disampaikan Sugiono saat berpidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB ke-81 yang digelar di New York, Amerika Serikat.

Dalam pidatonya, Sugiono menegaskan kembali ajakan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada forum serupa tahun sebelumnya. Ia menekankan semangat diplomasi Indonesia yang bebas aktif, serta pengalaman negara dalam misi kemanusiaan dan perdamaian dunia sebagai landasan utama pencalonan ini.

“Yang Mulia Presiden, dengan semangat inilah Indonesia mengajukan pencalonan diri untuk kursi tidak tetap di Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030,” ujar Sugiono di hadapan delegasi dari berbagai negara, seperti yang terlihat dalam video di kanal YouTube Kementerian Luar Negeri RI pada Minggu (27/9/2026).

Sugiono memaparkan komitmen Indonesia untuk memperkuat persatuan global, mendorong perdamaian dunia, serta membangun kembali kepercayaan terhadap sistem multilateral. Ia juga menekankan pentingnya menjaga saluran dialog tetap terbuka.

Menurutnya, upaya memajukan perdamaian dunia menuntut penegakan hukum internasional dan pemanfaatan efektif berbagai sarana yang tersedia. Jika terpilih, Indonesia berjanji akan merangkul seluruh pihak.

“Indonesia akan berupaya menjaga dialog tetap terbuka, membangun kesamaan pandangan, dan mengubah tanggung jawab bersama menjadi kerja sama yang nyata,” tegas Sugiono.

Lebih lanjut, Sugiono menyatakan bahwa Indonesia akan senantiasa menjunjung tinggi Piagam PBB demi memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Ia menambahkan bahwa Indonesia akan membangun hubungan baik dengan semua pihak dan menjaga kerja sama yang terbuka, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto tahun lalu.

“Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto di podium ini pada tahun lalu: seribu kawan masih terlalu sedikit, dan satu musuh sudah terlalu banyak. Pendekatan yang sama menjadi pedoman interaksi Indonesia dengan semua mitra. Melalui ASEAN, G20, D8, BRICS, MIKTA, dan PBB, Indonesia akan memperluas persahabatan demi mewujudkan kerja sama yang nyata,” pungkas Sugiono.

Dalam pidatonya, Sugiono kembali menegaskan janji Indonesia untuk berkontribusi bagi masa depan dunia yang damai dan makmur. Ia mengulang seruan Presiden Prabowo agar dunia semakin mendekatkan diri, bukan menjauh.

“Satu tahun yang lalu, Presiden Prabowo Subianto menyerukan agar kita semakin mendekat, bukan justru menjauh satu sama lain. Hari ini, saya meneruskan seruan tersebut,” tutupnya.

Tinggalkan komentar