JAKARTA – Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menjadi bagian dari delegasi yang mengamati langsung pelaksanaan pemilihan umum legislatif di Rusia. Ia menyatakan bahwa proses pemilu Duma Negara Rusia yang berlangsung pada 18-20 September 2026 berjalan aman, tertib, transparan, dan terbuka.
Pemantauan oleh delegasi Indonesia mencakup berbagai wilayah di Rusia, termasuk Moskow, Krai Krasnoyarsk, Oblast Sverdlovsk, Republik Udmurt, dan Krai Khabarovsk. Menurut Tamsil, pelaksanaan pemilu tersebut diselenggarakan dalam kerangka hukum yang terstruktur, dengan prosedur yang rinci, mekanisme pengawasan yang jelas, serta dukungan teknologi di setiap tahapannya.
Delegasi mengamati berbagai tahapan, mulai dari pembukaan Tempat Pemungutan Suara (TPS), proses pemungutan dan penghitungan suara, hingga penyusunan laporan hasil. Tamsil menjelaskan bahwa penyelenggaraan pemilu Rusia memiliki landasan hukum yang kuat, mengatur hak pemilih, proses pencalonan, peran penyelenggara, mekanisme pemungutan suara, hingga aspek pengawasan. Keterbukaan terlihat dari kesempatan yang diberikan kepada pengamat dan media untuk mengikuti seluruh tahapan pemilu.
“Transparansi tidak hanya ditempatkan pada tahap pemungutan suara, tetapi juga pada tahap penentuan hasil,” ujar Tamsil, menekankan bahwa masyarakat dapat mengakses informasi mengenai kandidat, partai politik, data pemilih, pengaduan, perolehan suara, dan hasil pemilu melalui sistem informasi yang tersedia.
Rusia memanfaatkan Sistem Otomatis Negara Pemilu untuk mengelola informasi kepemiluan. Selain itu, teknologi seperti pemungutan suara elektronik jarak jauh (REV), penggunaan kode QR pada laporan hasil, serta kamera CCTV untuk merekam proses pemungutan dan penghitungan suara turut diimplementasikan. Tamsil menambahkan, “Penggunaan teknologi dapat dipahami memiliki dua fungsi utama, yaitu fungsi administratif, yakni mempercepat pendataan, pengolahan, dan penyampaian hasil; dan fungsi transparansi dan pengawasan, yaitu memungkinkan proses pemilu didokumentasikan dan informasi hasil dapat diakses serta diperiksa.”
Meskipun demikian, Tamsil menyoroti pentingnya perhatian terhadap keamanan sistem dan independensi komisi pemilihan umum. Pengawasan terhadap proses penghitungan dan penentuan hasil juga dinilai krusial. Tantangan lain yang dihadapi adalah kondisi geografis dan keamanan di beberapa wilayah Rusia yang dapat memengaruhi aksesibilitas pemilih terhadap pemilu.
Pemilu Duma Rusia sendiri dilaporkan dimenangkan oleh United Russia, partai pendukung Presiden Vladimir Putin. Hasil resmi yang telah dihitung menunjukkan partai tersebut meraih 57,83% suara dan diprediksi menguasai 355 dari 450 kursi di Duma. Tamsil menyimpulkan, “Pengalaman penyelenggaraan pemilu Rusia dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Indonesia, khususnya dalam digitalisasi layanan pemilu, keterbukaan informasi, dokumentasi proses pemungutan dan penghitungan suara, serta akses pemilih.”