Dana Darurat Fondasi Utama Investasi Generasi Z

Fenomena investasi semakin menjamur di kalangan Generasi Z, didorong oleh kemudahan akses informasi keuangan di media sosial. Instrumen seperti saham, reksa dana, hingga aset kripto menjadi familiar bagi anak muda. Namun, derasnya informasi sering kali memicu keputusan yang terburu-buru, bahkan investasi dilakukan karena dorongan tren atau fenomena fear of missing out (FOMO).

Tingginya antusiasme ini tercermin dalam data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Hingga pertengahan 2026, kelompok investor berusia di bawah 30 tahun mendominasi pasar modal Indonesia dengan porsi mencapai 54,14%. Kelompok investor muda dengan penghasilan di bawah Rp 10 juta per bulan juga mengambil porsi signifikan, yakni sebesar 32,95%.

Angka partisipasi yang tinggi menunjukkan antusiasme positif anak muda dalam memahami keuangan. Kondisi ini secara tidak langsung membentuk Generasi Z menjadi lebih kritis dalam menyaring informasi, mengingat banyak konten finansial yang beredar serta munculnya fenomena pom-pom saham.

Meskipun lebih kritis, Gen Z sering dihadapkan pada situasi yang membingungkan. Direktur Riset GIS FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Hirzi Muhammad Hafiz, menilai kondisi arus informasi di era digital yang sangat cepat justru membuat anak muda semakin rentan terseret FOMO. Kebingungan kerap terjadi ketika satu platform media sosial memberikan rekomendasi “beli” untuk saham tertentu, sementara platform lain memberikan penilaian yang bertentangan, dan platform ketiga justru menceritakan pengalaman buruk terkait instrumen tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Hirzi menegaskan bahwa memiliki pemahaman dasar literasi finansial menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar sebelum mengikuti rekomendasi manapun. “Era digital menyebar sangat cepat. Minimal kita harus tahu instrumen dasarnya, tidak harus langsung ahli. Dengan pemahaman itu, kita bisa memitigasi risiko investasi kita sendiri,” ujar Hirzi dalam sesi diskusi Money Lab dengan Investor Daily.

Amankan Dana Darurat Sebagai Fondasi

Generasi Z sangat dianjurkan untuk memperkuat fondasi keuangan terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan instrumen investasi. Langkah paling penting yang bisa diambil adalah dengan mengamankan dana darurat. Sebagaimana fungsi utamanya, dana darurat bertindak sebagai bantalan finansial ketika terjadi kebutuhan mendesak, seperti sakit atau kehilangan sumber pendapatan.

Jika investor pemula tidak memiliki dana darurat dan terpaksa mencairkan aset investasi saat nilai pasar merosot tajam hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka mereka berisiko mengambil keputusan pada saat yang tidak tepat. Saran dari Hirzi, kalkulasi dana darurat harus disesuaikan dengan profil pengeluaran harian masing-masing individu. Langkah awal yang logis adalah dengan mencatat pengeluaran rutin bulanan secara detail, lalu menyisihkan porsi tertentu secara konsisten.

“Harus punya dana darurat dulu. Idealnya sebesar enam kali pengeluaran bulanan. Kalau itu sudah terpenuhi, baru masuk ke instrumen investasi,” tuturnya.

Memilih Instrumen yang Sesuai dan Prinsip Kehati-hatian

Jika dana darurat sudah aman, maka pintu untuk berinvestasi baru bisa dibuka. Setiap instrumen tidak otomatis cocok untuk semua orang. Perlu mempertimbangkan variabel seperti tingkat pendapatan, besaran pengeluaran, target keuangan, hingga profil risiko pribadi.

Untuk para pemula, Hirzi menyarankan pengamatan pada instrumen reksa dana sebagai opsi awal yang relatif aman karena dikelola oleh manajer investasi profesional. Adapun untuk anak muda yang belum memiliki penghasilan tetap, baiknya tidak memaksakan diri masuk ke saham atau aset berisiko tinggi. Dalam kondisi ini, mengasah keterampilan (upskilling) dan memperluas wawasan menjadi bentuk investasi yang paling relevan sembari menata kondisi finansial.

Investasi pada dasarnya bukan sebuah ajang balap cepat mengikuti tren. Langkah yang paling tepat bagi Gen Z saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar aman, paham akan risiko, dan selalu mengambil keputusan investasi berbasis kapasitas finansial pribadi.

Tinggalkan komentar