City Vision Luncurkan LED Raksasa di SCBD, Targetkan Penggunaan oleh Berbagai Merek

City Vision membidik para merek untuk memanfaatkan teknologi LED Out-of-Home (OOH) di kawasan strategis SCBD, Jakarta Selatan. Peluncuran Iconic Pacific Place LED menjadi penanda hadirnya layar digital raksasa yang dirancang untuk memungkinkan merek menciptakan pengalaman yang relevan, real-time, dan terhubung dengan audiens urban.

“Di kawasan CBD dan Sudirman, sebuah landmark digital baru kami hadirkan. Sebuah landmark yang kami harapkan bukan hanya menjadi sesuatu yang dilihat dan diingat, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman setiap orang yang melewati kawasan ini,” kata Co-Founder & Co CEO City Vision, Meyrick Sumantri, saat peluncuran Iconic Pacific Place LED di Jakarta.

Dengan luas mencapai lebih dari 1.000 meter persegi, The Iconic Pacific Place LED menampilkan desain unik melalui konsep 3 layered LED. Desain ini tidak hanya menciptakan dimensi visual dan efek 3D yang lebih dinamis, tetapi juga dirancang untuk menonjolkan keindahan fasad Gedung Pacific Place, menjadikannya sebuah landmark visual yang ikonik.

“Namun bagi kami, menjadi ikon bukan hanya tentang ukuran dan visibility. Lebih dari itu, kami ingin membawa out-of-home beyond visibility—menjadikannya sebuah platform yang dapat menciptakan brand moments. Karena itu, kami percaya bahwa out-of-home is not only a media placement. Hal ini dapat menciptakan sebuah momen, sebuah pengalaman. Dan yang terpenting, hal ini dapat menciptakan momen brand bersama audiens,” tambah Meyrick.

Menjawab Kebutuhan Konsumen

Head of Media Samsung Electronics Indonesia, Ariep Rachman Makhi, mengungkapkan bahwa LED OOH ini sangat relevan dengan audiens yang beraktivitas di sekitar lokasi. “Apalagi kita tahu, misalnya saat weekend ada Car Free Day, sehingga audience menjadi sangat penting. Dan bagi Samsung, consumer is always number one. Jadi kami mencoba melihat, masalah atau kebutuhan apa yang bisa kami jawab melalui fitur-fitur yang kami punya, dan bagaimana kita bisa mengomunikasikan solusi tersebut melalui OOH,” kata Ariep.

Menurut Ariep, lokasi penempatan LED OOH sangat krusial. “Karena ketika OOH berada di lokasi yang strategis, exposure-nya semakin besar, tetapi di saat yang sama pesannya juga harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat yang memang berada di kawasan tersebut,” ujarnya.

“Contohnya, ketika kita melakukan launching, kita juga menggunakan LED ini untuk memperkenalkan salah satu handphone terbaru kita. Kenapa relevan? Karena kita tahu bahwa audience yang berada di kawasan ini memang sesuai dengan target audience kita. Selain itu, lokasinya juga dekat dengan Samsung Store kita,” jelas Ariep.

“Jadi memang dalam marketing, khususnya untuk penggunaan LED dan penempatan OOH, where we place the message is part of the strategy. Kita harus melihat di mana lokasinya, siapa audience-nya, dan apa yang memang sedang kita planning dari sisi marketing strategy,” terang Ariep.

Pesan Berharga dalam 15 Detik

Hal serupa dinyatakan Head of Marketing BYD, Pramita Sari. “Sejak BYD mulai merambah pasar Indonesia—bahkan pada tahun pertama kami—kami sudah menjalin kerja sama dengan City Vision, dan kemitraan tersebut terus berlanjut hingga saat ini,” ungkap Pramita Sari.

Menurut Pramita, mobil merupakan bagian dari gaya hidup dan keseharian masyarakat. “Saya yakin dalam memilih mobil, consumer itu pasti harus seperti cari jodoh—harus cocok-cocokan. Anda perlu menemukan kecocokan yang tepat. Sebenarnya, kita sudah memiliki banyak media OOH di jalan raya itu sendiri, karena mobil BYD yang beroperasi di jalanan sudah menjadi media OOH berjalan bagi kita, bukan?” ujar Pramita.

Namun, mengapa BYD tetap meyakini bahwa platform OOH seperti City Vision harus menjadi bagian dari komunikasi pemasaran terpadu? “Karena kami ingin mengedukasi masyarakat. Kami ingin masyarakat lebih memahami merek kami. Kami ingin mereka memahami arti BYD, apa yang dapat ditawarkan oleh produk-produk kami, dan yang terpenting, manfaat apa yang dapat dihadirkan BYD dalam kehidupan sehari-hari mereka,” kata Pramita.

Apalagi, kata Pramita, masyarakat hidup di tengah lingkungan media yang semakin terfragmentasi dan terpapar oleh begitu banyak pesan, saluran, dan pilihan. “Menurut saya, salah satu keunggulan media luar ruang (OOH) adalah pesan berdurasi 15 detik tersebut tidak bisa begitu saja dilewati saat seseorang melintas di jalan. Saya rasa semua orang sepakat mengenai hal itu. Jadi, singkatnya, momen 15 detik tersebut tetaplah sangat berharga. Itulah sebabnya kami terus menggunakan OOH untuk branding, membangun kesadaran (awareness), memperkenalkan produk, serta edukasi. Pada akhirnya, menjadi top of mind juga merupakan bagian penting dari strategi pemasaran kami,” jelas Pramita.

Tinggalkan komentar