BEI Pantau Tiga Saham Ini Akibat Pergerakan Harga Tak Wajar

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan Unusual Market Activity (UMA) terhadap tiga saham emiten pada Kamis (1/10/2026). Pemantauan ini dilakukan karena adanya indikasi pergerakan harga dan transaksi yang tidak wajar.

Saham-saham yang masuk radar UMA dan dipantau ketat oleh BEI adalah PT Indo Acidatama Tbk (SRSN), PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH), dan PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO).

Manajemen BEI menjelaskan dalam keterangan resminya pada Kamis (1/10/2026) bahwa pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Pergerakan saham SRSN tercatat mengalami lonjakan signifikan. Selama sebulan terakhir, saham ini telah melesat 38,1%, dan sejak awal tahun melonjak 119,6%. Sementara itu, saham RSCH menunjukkan kenaikan 50,8% dalam sebulan terakhir dan 28% sejak awal tahun. Berbeda dengan dua saham lainnya, saham INDO mengalami pelemahan 9,7% dalam sebulan terakhir dan anjlok 52,5% sejak awal tahun.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham-saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulis BEI.

Dengan adanya pengumuman ini, BEI mengimbau para investor untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, serta mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya. Investor juga diminta untuk mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Tinggalkan komentar