Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, menyuarakan kekhawatirannya mengenai potensi penjualan klub Manchester City oleh pemiliknya, Sheikh Mansour. Kekhawatiran ini muncul menyusul skandal 114 pelanggaran finansial yang menjerat klub tersebut.
Manchester City dinyatakan bersalah oleh Komite Independen atas pelanggaran yang terjadi antara tahun 2009 hingga 2018. Komite tersebut menemukan adanya ‘kontrak palsu’ dengan sejumlah mitra komersial sebagai bagian dari skema manipulasi keuangan yang bernilai lebih dari 830 juta paun. Premier League bahkan menyebut City ‘secara sistematis melanggar Peraturan Liga Inggris selama hampir sedekade’.
Perlu dicatat bahwa pelanggaran ini terjadi setelah Manchester City diakuisisi oleh Sheikh Mansour, anggota keluarga Kerajaan Uni Emirat Arab, yang telah mengubah The Citizens menjadi salah satu klub raksasa di Inggris dan Eropa sejak pembelian pada tahun 2008.
Kini, Manchester City menghadapi berbagai sanksi berat atas pelanggaran tersebut, mulai dari pencabutan gelar juara, degradasi, hingga kemungkinan pencabutan izin kepemilikan klub.
Andy Burnham, yang juga mantan Walikota Greater Manchester, menyatakan tidak akan mengintervensi kasus yang sedang berjalan. Namun, ia tidak menampik dampak positif kehadiran Sheikh Mansour dan City Football Group terhadap pembangunan kota Manchester.
“Saya akan sangat khawatir jika kehilangan mereka [Sheikh Mansour dan City Football Group]. Mereka telah menjadi mitra yang sangat besar dalam pembangunan Manchester modern dan tentunya dalam pembangunan Manchester City menjadi kekuatan global seperti sekarang ini,” ujar Burnham, dilansir dari BBC.
Burnham menambahkan, “Saya benar-benar berterima kasih kepada City Football Group dan pemilik yang lebih luas atas uang yang mereka investasikan tidak hanya di Etihad [Stadion] dan kompleks di sekitarnya, tetapi juga di kota ini.”