Analisis Volatilitas IHSG: Menanti Titik Keseimbangan Baru di Akhir September

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan pergerakan volatil dengan kecenderungan mendatar atau sideways pada pekan terakhir September 2026. Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, menilai IHSG masih dalam proses mencari titik keseimbangan baru pasca mengalami koreksi cukup dalam pada pekan sebelumnya.

Tekanan utama terhadap pergerakan IHSG masih berasal dari arus dana asing yang terus keluar dari pasar saham Indonesia. Dalam sepekan terakhir, investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sekitar Rp 3,5 triliun. Sejak awal tahun, total net sell asing di pasar reguler telah mencapai Rp 104,8 triliun.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa investor asing masih cenderung berhati-hati terhadap aset di pasar Indonesia,” kata Hendra di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, arah pergerakan IHSG juga akan sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal dan internal. Faktor-faktor tersebut meliputi pergerakan nilai tukar rupiah, imbal hasil atau yield surat utang pemerintah Amerika Serikat (US Treasury), harga minyak dunia, kondisi geopolitik global, serta ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga global.

Jika yield obligasi AS kembali menunjukkan tren peningkatan dan rupiah mengalami pelemahan, tekanan terhadap pasar saham domestik berpotensi kembali muncul. Oleh karena itu, penguatan IHSG dalam beberapa hari ke depan masih perlu dicermati sebagai peluang technical rebound hingga terdapat konfirmasi yang jelas bahwa tekanan jual benar-benar mereda.

Setelah mengalami koreksi sebesar 3,09% sepanjang pekan lalu, IHSG secara teknikal masih berada dalam tekanan jual. Indeks masih bergerak di bawah sejumlah rata-rata pergerakan jangka pendek dan menengah, sementara momentum pasar belum memperlihatkan sinyal pembalikan tren yang kuat.

Meskipun demikian, indikator stochastic mulai memasuki area jenuh jual atau oversold. Kondisi ini membuka peluang terjadinya technical rebound dalam jangka pendek.

Hendra menilai area 6.220–6.230 menjadi batas bawah atau support penting yang perlu dipertahankan oleh IHSG. Jika area tersebut mampu bertahan, IHSG berpeluang menguat menuju level 6.320, kemudian melanjutkan pergerakan ke kisaran 6.370–6.410.

Sebaliknya, apabila level 6.220 ditembus dengan tekanan jual yang besar, risiko koreksi lanjutan menuju 6.150–6.180 akan semakin terbuka. “Posisi IHSG masih berada dalam fase konsolidasi bawah, sehingga belum tepat untuk mengatakan bahwa pasar sudah memasuki tren bullish baru,” ujar Hendra.

Tinggalkan komentar