Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami kemerosotan pada September lalu menjadi sorotan khusus bagi Astronacci International. Founder Astronacci International, Asst Prof Dr Gema Goeyardi, menjelaskan bahwa penutupan IHSG pada 28 September 2026 yang melemah 1,51% atau turun 94,03 poin ke level 6.147,86, sesuai dengan analisis Eye of Future yang disampaikannya pada 27 Agustus 2026.
Gema Goeyardi memaparkan, pada 27 Agustus 2026, IHSG masih berada di sekitar level 6.500 dengan tren penguatan. Melalui kanal YouTube Astronacci, ia menganalisis pergerakan IHSG dan mengidentifikasi dua area gap yang perlu diperhatikan: gap atas di level 6.705 dan gap bawah di level 6.186. Kedua level ini menjadi acuan penting untuk memantau perkembangan IHSG selanjutnya.
Setelah prediksi awal terealisasi, Gema Goeyardi melanjutkan analisanya. Pada 9 September 2026, IHSG berhasil mencapai level 6.705, menguat sekitar 5,19%, sesuai dengan identifikasi gap atas sebelumnya. Tercapainya level 6.705 ini menandakan penutupan gap atas yang telah diidentifikasi.
Selanjutnya, Gema kembali memberikan pembaruan melalui kanal YouTube Astronacci, mengingatkan para pelaku pasar untuk berhati-hati. Ia menekankan bahwa gap bawah di level 6.186 belum tertutup, sehingga akan ada potensi pelemahan terlebih dahulu. Prediksi ini pun terbukti, di mana setelah mencapai level 6.705, IHSG bergerak melemah sekitar 7,83% menuju area gap bawah yang telah diidentifikasi.
Pada 28 September 2026, IHSG mencapai level 6.186, menutup gap bawah yang sebelumnya masih terbuka. Gema Goeyardi menyatakan, “Dengan demikian, dua area gap yang diidentifikasi dalam analisis 27 Agustus 2026 telah terealisasi secara bertahap. Level 6.705 tercapai pada 9 September 2026, disusul level 6.186 pada 28 September 2026.”
Ia mengungkapkan bahwa analisis IHSG ini menjadi contoh penerapan metode Eye of Future Astronacci dalam membaca potensi pergerakan market. Kesesuaian antara level yang diidentifikasi sebelumnya dengan pergerakan aktual menegaskan efektivitas metode ini.
Gema Goeyardi menekankan, “Eye of Future Astronacci menjadi salah satu metode yang menarik untuk dipelajari oleh trader dan investor. Tentu saja saat market merah (IHSG) jangan panik, ingat Astronacci. Karena orang-orang yang sukses dan pintar membaca peluang adalah mereka yang bisa memanfaatkan saat terjadi market crash, jangan panik.” Ia tetap optimistis terhadap masa depan ekonomi Indonesia.
Setelah gap 6.186 ditutup, Gema memberikan pembaruan pada 29 September. Ia menyatakan bahwa meskipun IHSG terus tertekan, pelaku pasar tidak perlu panik. Menurutnya, minggu pertama Oktober akan menjadi awal kenaikan baru untuk IHSG, dengan fokus pada sektor perbankan dan energi saat mulai rebound.