Prudential Indonesia Tingkatkan Sanitasi dan Kualitas Hidup di Bogor

Bogor menghadapi tantangan signifikan dalam penyediaan sanitasi layak. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2025, akses rumah tangga terhadap sanitasi layak diperkirakan mencapai 67,17% di Kabupaten Bogor dan 74,41% di Kota Bogor. Namun, akses terhadap sanitasi aman di Kota Bogor masih sangat rendah, yaitu hanya 10,78%. Kondisi ini diperparah dengan tingginya timbunan sampah harian, mencapai sekitar 750 ton di Kota Bogor dan 3.000 ton di Kabupaten Bogor, yang menggarisbawahi urgensi upaya tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku dan partisipasi masyarakat.

Menjawab tantangan ini, Prudential Indonesia melalui program Desa Maju Prudential berupaya mendorong perbaikan mendasar dalam kualitas hidup masyarakat. Program ini berfokus pada perbaikan fondasi kehidupan, meliputi penyediaan rumah yang layak, fasilitas sanitasi memadai, penciptaan lingkungan yang lebih sehat, serta peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat agar mampu mempertahankan perubahan tersebut secara mandiri.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menyatakan komitmen perusahaan untuk menghadirkan fasilitas yang lebih layak dan membangun pengetahuan serta kebiasaan yang membantu masyarakat menjaga kesehatan dan lingkungan dalam jangka panjang. “Inilah bentuk komitmen kami dalam mengintegrasikan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) untuk menghadirkan dampak yang nyata dan berkelanjutan di Tanah Air,” ujar Karin dalam keterangan tertulisnya.

Dalam fase ketiga program Desa Maju Prudential yang dilaksanakan di Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pendekatan yang diterapkan tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik. Penguatan kapasitas komunitas menjadi elemen kunci untuk memastikan keberlanjutan program. Pembangunan rumah yang lebih layak dan fasilitas sanitasi yang memadai diharapkan menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat dan aman bagi seluruh keluarga.

Selain itu, edukasi mengenai higiene, rumah sehat, pengelolaan sampah, dan kesiapsiagaan masyarakat dirancang untuk membangun kebiasaan dan kesadaran yang dapat terus diterapkan oleh warga bahkan setelah program berakhir. Hingga Agustus 2026, program ini telah memberikan manfaat langsung kepada 648 penerima manfaat dan 23.655 penerima manfaat tidak langsung. Selain pembangunan fisik, masyarakat juga mendapatkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketangguhan dalam menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.

Pendekatan ini didasari keyakinan bahwa perubahan berkelanjutan memerlukan keterlibatan aktif masyarakat sebagai agen perubahan. Program Desa Maju Prudential mendorong partisipasi warga dalam setiap tahapan untuk memastikan manfaat yang tercipta dapat terus dijaga dan dikembangkan oleh komunitas itu sendiri. Pujiani, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini yang tidak hanya menyediakan rumah dan sanitasi layak, tetapi juga pelatihan penting. “Sekarang, kami lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan rumah, penggunaan toilet yang baik, dan bagaimana mengelola sampah agar tidak mengganggu lingkungan kami. Harapan kami, apa yang sudah dipelajari dapat terus diterapkan bersama keluarga dan warga di sini, untuk selalu menjaga lingkungan di sekitar kami bersih, sehat, dan nyaman,” tuturnya.

Kolaborasi menjadi elemen krusial dalam menciptakan dampak yang lebih luas. Keterlibatan 482 PRUVolunteers, yang terdiri dari karyawan dan Tenaga Pemasar Prudential Indonesia, memperkuat semangat gotong royong. Melalui partisipasi ini, program tidak hanya memberikan dukungan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antarpihak yang memiliki tujuan sama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

National Director Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menambahkan bahwa pendekatan yang menyatukan pembangunan fisik dengan pemberdayaan masyarakat sangat penting untuk perubahan berkelanjutan. Intervensi pada rumah yang aman dan layak huni menjadi titik awal bagi masyarakat pra-sejahtera untuk menerima manfaat yang berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan pendapatan keluarga. “Komitmen yang ditunjukkan tidak hanya terlihat dari dukungan terhadap pembangunan rumah sederhana, aman dan layak huni beserta fasilitas sanitasi, namun juga upaya meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat melalui edukasi mengenai rumah sehat, higiene, dan pengelolaan lingkungan,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar