JAKARTA – Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global, tercatat tumbuh 5,29% secara tahunan pada Triwulan II 2026. Pertumbuhan kumulatif Semester I 2026 mencapai 5,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia dinilai kuat oleh Bank Indonesia.
Seiring dengan kebutuhan masyarakat yang kian beragam, perencanaan keuangan jangka panjang juga berkembang. Salah satu strategi yang efektif adalah diversifikasi, yang memungkinkan nasabah menyusun strategi keuangan melalui pilihan instrumen dan Dana Investasi sesuai kebutuhan, tujuan, jangka waktu, dan profil risiko. Meskipun diversifikasi tidak menghilangkan risiko investasi, ia berperan penting dalam pengelolaan risiko dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Perkembangan ini sejalan dengan pertumbuhan industri asuransi jiwa. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi produk PAYDI/Unit Link pada Semester I 2026 tumbuh 10,3% menjadi Rp35,73 triliun. Premi bisnis baru PAYDI/Unit Link meningkat 34,5% menjadi Rp19,78 triliun. Pendapatan premi tunggal naik 26,3% menjadi Rp40,76 triliun, sementara Bancassurance tetap menjadi kanal distribusi terbesar dengan pendapatan premi Rp41,58 triliun atau tumbuh 17,9%.
Dalam pengelolaan investasi, AAJI menekankan keseimbangan antara optimalisasi hasil, pengelolaan risiko, dan kesesuaian aset dengan kewajiban. Prinsip kehati-hatian dan diversifikasi menjadi kunci menjaga stabilitas portofolio dalam jangka panjang.
Menyikapi tren ini, Great Eastern Life Indonesia mengembangkan GREAT Investlink Protection, sebuah solusi asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) multicurrency. Produk ini mengombinasikan manfaat perlindungan jiwa dengan fleksibilitas pilihan Dana Investasi, dipasarkan melalui jalur bancassurance bersama OCBC dengan skema pembayaran Premi Tunggal.
Fleksibilitas Pilihan Investasi Sesuai Kebutuhan Nasabah
Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia, Nina Ong, menjelaskan bahwa kebutuhan finansial nasabah terus berkembang. Setelah membangun aset, fokus bergeser pada pengelolaan yang lebih terencana dan terdiversifikasi sesuai tujuan finansial. “Melalui GREAT Investlink Protection, kami menghadirkan fleksibilitas yang lebih luas melalui pilihan strategi investasi, Dana Investasi, dan mata uang, dengan tetap menghadirkan perlindungan jiwa sebagai bagian penting dari perencanaan keuangan jangka panjang,” kata Nina.
Fleksibilitas ini relevan di berbagai tahap kehidupan. Pada fase produktif, perencanaan mencakup pengembangan aset dan persiapan kebutuhan seperti pendidikan anak serta masa pensiun. Seiring aset terbentuk, kebutuhan beralih ke pengelolaan kekayaan, perencanaan arus kas jangka panjang, hingga persiapan finansial bagi generasi berikutnya.
Pengembangan Produk dan Respons Pasar
Sejak diluncurkan pada Maret 2023, GREAT Investlink Protection terus dikembangkan. Setelah hadir dalam Rupiah, produk ini diperluas dengan pilihan mata uang USD pada Desember 2025, dan mata uang SGD pada Mei 2026. Dengan penambahan pilihan SGD, produk ini menjadi PAYDI pertama di pasar Indonesia yang menawarkan opsi mata uang tersebut.
Respons pasar terhadap pengembangan produk ini sangat positif. Dalam waktu kurang dari empat bulan sejak peluncuran versi SGD pada Mei 2026, GREAT Investlink Protection menjadi produk dengan kontribusi terbesar terhadap produksi bancassurance Great Eastern Life Indonesia pada Agustus 2026, mencapai lebih dari 50% dari total produksi bancassurance year-to-date (YTD). Hal ini menunjukkan apresiasi nasabah terhadap perluasan pilihan multicurrency yang memberikan fleksibilitas lebih luas dalam menyusun strategi investasi.
Nina Ong menambahkan, “Nasabah semakin membutuhkan solusi yang dapat disesuaikan dengan berbagai tujuan finansial. Dengan hadirnya versi SGD, kami semakin memperkuat komitmen untuk menyediakan produk yang relevan, sekaligus menjaga fungsi utama asuransi sebagai perlindungan bagi nasabah dan keluarga.” Peluncuran ini juga menegaskan posisi Great Eastern Life Indonesia sebagai pionir inovasi produk berbasis mata uang asing di pasar domestik.
Kolaborasi dengan OCBC
Vonny Wibowo, Wealth Management and Funding Product OCBC, menyatakan bahwa wealth management berfokus pada pengembangan sekaligus perlindungan kekayaan secara berkesinambungan. “GREAT Investlink Protection memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk mendiversifikasi investasinya, termasuk melalui pilihan mata uang asing,” ujarnya.
Dalam menentukan produk dan Dana Investasi, nasabah didampingi oleh Financial Advisor dari Great Eastern Life Indonesia. Pendampingan ini bertujuan agar nasabah memahami manfaat dan risiko produk, karakteristik Dana Investasi, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan dan profil risiko. Sebagai produk PAYDI, nilai investasi GREAT Investlink Protection dapat berfluktuasi mengikuti kinerja Dana Investasi yang dipilih.
Melalui pengembangan GREAT Investlink Protection, Great Eastern Life Indonesia berkomitmen membantu nasabah membangun dan mengelola masa depan finansial mereka dengan mengombinasikan perlindungan jiwa, fleksibilitas, dan pilihan strategi investasi.